<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>akhsolih's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ikhwansolihin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ikhwansolihin.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Oct 2011 10:03:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ikhwansolihin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>akhsolih's Weblog</title>
		<link>http://ikhwansolihin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ikhwansolihin.wordpress.com/osd.xml" title="akhsolih&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ikhwansolihin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Khulafaur Rasyidin ( 11-40 H / 632-660 M)</title>
		<link>http://ikhwansolihin.wordpress.com/2010/01/12/khulafaur-rasyidin-11-40-h-632-660-m/</link>
		<comments>http://ikhwansolihin.wordpress.com/2010/01/12/khulafaur-rasyidin-11-40-h-632-660-m/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 04:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwansolihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[pendidikan islam]]></category>
		<category><![CDATA[abu bakar assyddiq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhwansolihin.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[A. Masa Abu Bakar ra. ( 11-13 H / 632-634 M) Sebagai pemimpin umat Islam setelah Rasul, Abu Bakar disebut Khalifah Rasulillah (Pengganti Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah Nabi wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan. Abu Bakar menjadi khalifah hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansolihin.wordpress.com&amp;blog=4129104&amp;post=97&amp;subd=ikhwansolihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Masa Abu Bakar ra. ( 11-13 H / 632-634 M)</p>
<p>Sebagai pemimpin umat Islam setelah Rasul, Abu Bakar disebut Khalifah Rasulillah (Pengganti Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Khalifah adalah pemimpin yang diangkat sesudah Nabi wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan kepala pemerintahan.<br />
<span id="more-97"></span> Abu Bakar menjadi khalifah hanya dua tahun. Pada tahun 634 M ia meninggal dunia. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang ditimbulkan oleh suku-suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi kepada pemerintah Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Nabi Muhammad SAW, dengan sendirinya batal setelah Nabi wafat. Karena itu mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan, Abu Bakar menyelesaikan persoalan ini dengan apa yang disebut Perang Riddah (perang melawan kemurtadan). Khalid ibn Al-Walid adalah jenderal yang banyak berjasa dalam Perang Riddah ini.<br />
Nampaknya, kekuasaan yang dijalankan pada masa Khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa Rasulullah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif terpusat di tangan khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, Khalifah juga melaksanakan hukum. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu mengajak sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah.<br />
Setelah menyelesaikan urusan perang dalam negeri, barulah Abu Bakar mengirim kekuatan ke luar Arabia. Khalid ibn Walid dikirim ke Iraq dan dapat menguasai al-Hirah di tahun 634 M. Ke Syria dikirim ekspedisi di bawah pimpinan empat jenderal yaitu Abu Ubaidah, Amr ibn ‘Ash, Yazid ibn Abi Sufyan dan Syurahbil. Sebelumnya pasukan dipimpin oleh Usamah yang masih berusia 18 tahun. Untuk memperkuat tentara ini, Khalid ibn Walid diperintahkan meninggalkan Irak, dan melalui gurun pasir yang jarang dijalani, ia sampai ke Syria. Salah satu hal monumental pada era Abu Bakar ra adalah pengumpulan mushaf al Quran dari para sahabat-sahabat yang lain, yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit ra.</p>
<br />Posted in pendidikan islam Tagged: abu bakar assyddiq <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhwansolihin.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhwansolihin.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhwansolihin.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhwansolihin.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhwansolihin.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhwansolihin.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhwansolihin.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhwansolihin.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhwansolihin.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhwansolihin.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhwansolihin.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhwansolihin.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhwansolihin.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhwansolihin.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansolihin.wordpress.com&amp;blog=4129104&amp;post=97&amp;subd=ikhwansolihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhwansolihin.wordpress.com/2010/01/12/khulafaur-rasyidin-11-40-h-632-660-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f25637f65159c90363c978db41b082fe?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwansolihin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Ikhwan</title>
		<link>http://ikhwansolihin.wordpress.com/2010/01/11/misteri-ikhwan/</link>
		<comments>http://ikhwansolihin.wordpress.com/2010/01/11/misteri-ikhwan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 04:36:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ikhwansolihin</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ikhwansolihin.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore, Aisyah dan Nuri sedang duduk di teras rumah, membahas konsep Semarak Muharram di kampus bulan depan. Ketika keduanya sedang serius diskusi, tiba-tiba dari ujung jalan muncul seorang cowok dengan rambut agak gondrong. Pakainnya lumayan trendi, mengenakan kaso oblong kuning dengan bawahan jeans hitam. Lengan kirinya penuh gelang anyaman rotan. Beberapa kalung biji-bijian menggantung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansolihin.wordpress.com&amp;blog=4129104&amp;post=93&amp;subd=ikhwansolihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu sore, Aisyah dan Nuri sedang duduk di teras rumah, membahas konsep Semarak Muharram di kampus bulan depan. Ketika keduanya sedang serius diskusi, tiba-tiba dari ujung jalan muncul seorang cowok dengan rambut agak gondrong. Pakainnya lumayan trendi, mengenakan kaso oblong kuning dengan bawahan jeans hitam. Lengan kirinya penuh gelang anyaman rotan. Beberapa kalung biji-bijian menggantung dilehernya, ranselnya usang, penuh coretan spidol.</p>
<p><span id="more-93"></span></p>
<p>Melihat cowok tersebut, Nuri nyeletuk, “Eh, si Ikhwan lewat tuh, tuh.”</p>
<p>“Ikhwan?” Aisyah mengerutkan dahi, “nggak salah?”</p>
<p>“Bener, Syah, Dia itu Ikhwan.”</p>
<p>“Masa sih, ikhwan kayak gitu? Ikhwan tuh, kayak kak Ikhsan yang suka ngisi kajian Islam di mushola kampus kita; rapi, suka pakai kemeja dan celana bahan. Klimis, berjenggot tipis. Nggak suka dandan heboh kayak cowok barusan. Dia sih, bakwan. Bukan Ikhwan.”</p>
<p>“Tapi dia beneran Ikhwan, Syah!” Nuri tetap ngotot.</p>
<p>“Ikhwan funky, kali ya? Kayaknya jaman sudah mengubah ikhwan jadi makhluk trendy. Penampilannya nggak kalah sama anak gaul. Suka jalan di Mal. Nggak kayak jaman kakakku dulu; lebih rapi, banyak menghabiskan waktu untuk diskusi atau mengikuti kajian Islam di Masjid..”</p>
<p>Nuri garuk-garuk kepala. “Syah kayaknya omongan kita nggak nyambung deh?. Yang lewat tadi namanya emang Ikhwan. Ikhwan Gunawan, anaknya Pak Eman Sulaeman dan Bu Asih Sukaesih, tetanggaku.”</p>
<p>Wajah Aisyah merah padam, sedang Nuri tertawa sambil memegang perutnya.</p>
<p>Pernah mendebatkan sosok cowok dengan sebutan ikhwan seperti Aisyah dan Nuri? Mungkin kamu juga pernah mendengar celetukan, “Tetanggaku banyak ikhwanya, lho.” Atau ada pula yang berkata, “Eh, dia sudah jadi ikhwan lho.” Wah, emang dulunya dia akhwat kali, ya? Sekarang sudah bermetaformosis jadi ikhwan, begitu?.</p>
<p>Tanpa melihat asal muasalnya kata, kebanyakan kita seolah sepakat bahwa definisi ikhwan adalah cowok alim, berwajah klimis dan berjenggot tipis, suka pakai baju koko dan celana bahan. Ikhwan juga mengacu aktivis kerohanian Islam (Rohis), Pokoknya cowok-cowok alim deh. Sebutan ikhwan Cuma berlaku untuk remaja atau orang muda. Bapak-bapak, orang tua yang alim sebutannya lain lagi. Orang lebih sering memanggil mereka dengan sebutan ustadz atau juga kyai.</p>
<p>Ditinjau dari bahasanya, ikhwan yang berasal dari bahasa Arab itu artinya saudara laki-laki. Seiring perkembangan perberakan Islam di Indonesia, kata ikhwan mengalami penyempitan makna. Begitu juga dengan istilah akhwat. Istilah ikhwan maupun akhwat lebih sering terkait dengan aktivis organisasi pergerakan Islam atau jama’ah pengajian tertentu saja. Padahal jika kita iseng-iseng memasukkan kata ikhwan di mesin pencari internet, maka kita akan menemukan banyak artikel tentang gerakan ikhwan; Al – Ikhwan Al Muslimun atau Ikhwanul Muslimin. Pasti sudah familiar, dong, dengan nama ini?.</p>
<p>Istilah ikhwan memang popular karena gerakan Al Ikhwanul Al Muslimun atau Ikhwanul Muslimin. Aktivis Ikhwanul Muslimin sering disebut Ikhwan atau gerakan Ikhwan. Ikhwanul Muslimin berdiri pada 1928, perintisnya Syaikh Hasan Al Banna (1324 – 1949 M).</p>
<p>Tanpa bermaksud memperparah penyempitan makna ikhwan tersebut, maka untuk pembahasan selanjutnya, kami menggunakan istilah ikhwan yang mengacu pada remaja laki-laki atau pemuda yang  aktif dalam kegiatan rohani Islam (Rohis).</p>
<p>Klasifikasi Ikhwan berdasarkan pemahaman terhadap Islam:</p>
<p>1. Ikhwan Spons</p>
<p>Sebagaimana sebuah spons (Sponge=inggris), ikhwan spons menyerap terlalu banyak materi. Orang bisa sangat kagum dengan wawasan keislamannya. Ia dapat menjelaskan dalil dengan baik, bisa berdebat dengan fasih. Ia bisa mempertahankan pendapatnya dengan argumentasi kuat , menyitir ayat al Qur’an dan hadits. Ngustadz banget deh, pokoknya.</p>
<p>Sayangnya, ikhwan spons menyerap ilmu tanpa saringan. Overload. Apa saja ia lahap, tanpa pendirian pada satu dalil yang cukup kuat. Ia menjadi jenuh sendiri seperti larutan gula jenuh, air tak dapat melarutkan butir-butir gula lagi karena jumlah gula dalam air sudah melewati ambang batas untuk bisa larut. Manisnya jadi nggak enak.</p>
<p>2. Ikhwa Besi,</p>
<p>Dia adalah seorang ikhwan yang begitu bersemangat dalam menerapkan ajaran islam, kita melihatnya sebagai sosok pribadi yang tangguh, militant, rela berkorban, berani mati, pokoknya heroik banget deh. Ia besi yang kuat, keras dan anti patah.</p>
<p>Tapi dibalik semangat yang menyala itu, si ikhwan besi terkadang rapuh. Bahan konstruksi besi sebenarnya nggak sekuat penampakkannya. Besi mudah teroksidasi sehingga terjadilah korosi atau perkaratan. Jika besi nggak dirawat, dilapisi cat, dijauhkan dari air dan zat-zat penyebab karat, besi akan keropos. Nggak sedikit ikhwan yang dulunya <em>jaim</em> banget sekarang futur (terputus ditengah jalan).</p>
<p>3. Ikhwan Bambu</p>
<p>Ada ikhwan yang secara fisik biasa tapi mempesona. Wajahnya nggak sekelas idola para remaja. Anehnya dia enak dilihat, sejuk, asyik banget mendengar nasihat darinya. Ia bisa saja orang yang telah banyak memiliki ilmu agama, atau bisa jadi ia malah sosok yang kalau membaca Al Qur’an saja masih terbata-bata. Satu hal yang membuat mereka sama (baik masih dangkal ilmunya atau dalam ilmunya) yaitu, mereka mudah menerima nasehat, saran dan kritikan, sekalipun datang dari orang yang lebih muda.</p>
<p>Ikhwan seperti ini umumnya tahan banting, siap menghadapi segala perubahan cuaca. Ia layaknya bambu, kokoh, tegak terpancang meskipun angin menggoyang. Seperti bambu yang memiliki sistem perakaran serabut dengan akar rimpang, ikhwan ini berusaha tegar. Ia berusaha tegak meskipun petir menggelegar. Semakin tinggi posisinya, ia tetap merunduk. Tapi adakalanya ia dianggap kampungan, kuno, kurang trendy, sama kayak bambu yang juga sudah dianggap kurang modern.</p>
<br />Posted in artikel Tagged: Ikhwan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ikhwansolihin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ikhwansolihin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ikhwansolihin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ikhwansolihin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ikhwansolihin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ikhwansolihin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ikhwansolihin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ikhwansolihin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ikhwansolihin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ikhwansolihin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ikhwansolihin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ikhwansolihin.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ikhwansolihin.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ikhwansolihin.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ikhwansolihin.wordpress.com&amp;blog=4129104&amp;post=93&amp;subd=ikhwansolihin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ikhwansolihin.wordpress.com/2010/01/11/misteri-ikhwan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f25637f65159c90363c978db41b082fe?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">ikhwansolihin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
